Gaung Bali Democracy Forum Tertelan Problem Kemiskinan

Posted: Desember 12, 2010 in Tak Berkategori

Indonesia Banyak Bikin Gebrakan Untuk Internasional

Minggu, 12 Desember 2010 , 10:19:00 WIB

Banyak gebrakan yang dibuat Indonesia untuk Internasional. Salah satunya, menjadi tuan rumah Bali Democracy Forum (BDF) III. Sayangnya, forum demokrasi dunia ini digelar di tengah bayang-bayang kemiskinan.

Inilah yang menjadi sorotan Kantor Berita Malaysia, Ber­nama, kemarin. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka BDF III di Hotel Westin di Nusa Dua Bali, Kamis (9/12). Perte­muan tahunan ini diharapkan bisa memperkuat dan mem­pro­mo­si­kan nilai-nilai dan prinsip de­mok­rasi di kawasan. Namun yang me­nyedihkan, menurut Bernama, de­mokrasi Indonesia masih ren­tan dan rapuh karena kemiskinan.

Gambaran kemiskinan di In­do­nesia dapat dengan mudah di­temui. Baik di pedesaan maupun perkotaan di sepanjang negara ke­pulauan ini. Bahkan, sekitar satu kilometer dari tempat pe­nye­lenggaraan BDF di resor mewah Nusa Dua, tampak para pedagang kaki lima yang me­ngadu nasib.

Salah satu pedagang yang di­jumpai Bernama, Rabu (8/12), sehari sebelum penyelenggaraan BDF adalah pen­jual ‘Soto Su­rabaya’. ”Saya harus mem­bayar Rp 250.000 per bulan untuk menggunakan lokasi ini. Uang sewa itu masuk ke sebuah orga­nisasi masyarakat lokal,” ka­ta pedagang soto itu.

Penjual itu bisa jadi terlalu si­buk dengan usaha kecilnya hing­ga tak menaruh banyak perhatian mengenai apa yang terjadi di sekitarnya, termasuk BDF.

Menurut Badan Statistik Indo­nesia, jumlah total penduduk In­donesia yang hidup dalam ke­mis­kinan mencapai 34,96 juta jiwa pada 2008.

Meskipun demokrasi telah berkembang sejak jatuhnya rezim Orde Baru,1998, namun nasib penjual Soto Surabaya itu beserta lebih dari 34 juta penduduk In­donesia belum berubah. Dia dan istrinya mengaku tak diper­bo­lehkan mendapatkan kartu iden­titas penduduk (KTP) meskipun mereka telah menetap lebih dari 10 tahun di Pulau Dewata.

“Saya tak mendapatkan kartu identitas (KTP) karena saya tak memiliki sebidang tanah dengan luas minimal 200 meter. Jadi saya tak memiliki sertifikat ke­pe­mi­likan tanah yang merupa­kan per­syaratan mendapatkan KTP,” terangnya.

BDF III digelar di tengah ke­khawatiran dunia mengenai kon­flik di Semenanjung Korea, ber­tema “Demokrasi dan Pro­mosi Perdamaian dan Stabilitas”. Se­lama pertemuan dua hari, 9-10 De­sember, yang diketuai Pre­siden Korea Selatan Lee Myung-bak bersama SBY, kepala dele­gasi dan pengamat dari 71 negara membahas cara-cara mencegah terjadinya eskalasi konflik ke­kerasan, dan pentingnya demo­krasi dan pembangunan ekonomi untuk perdamaian.

Mengacu pada pengalaman panjang negara-negara demo­kratis matang seperti Australia dan Amerika Serikat (AS), pen­ca­paian ekonomi mereka terbukti memainkan peran penting dalam memelihara kepercayaan ma­sya­rakat mengenai demokrasi.

Bagi negara demokratis muda seperti Timor Timur, para pe­mim­pinnya menyadari pen­tingnya per­tumbuhan ekonomi yang ce­pat dengan distribusi kese­jah­teraan merata di seluruh wilayah negara.

PM Timor Leste Xanana Gus­mao, dalam pidatonya di BDF I (2008), menggarisbawahi pen­ting­nya menjaga kepercayaan rakyat dalam demokrasi dengan me­ning­katkan kesejahteraan sosial rakyatnya.

“Kebebasan, dalam demokrasi, memiliki makna lebih luas dari­pada melakukan sesuatu tanpa penekanan. Seperti mem­be­bas­kan rakyat dari kemiskinan, ke­laparan, penyakit dan kebo­dohan yang tidak bisa dicapai da­lam semalam. Ini dibutuhkan lebih da­ri sekedar menetapkan aturan-aturan mengenai hak-hak indi­vidu dan kewajiban kolektif,” jelas Xanana.

“Kita tahu bahwa tanpa per­da­maian, stabilitas sosial dan eko­­nomi; tanpa menanggapi ke­bu­tuhan masyarakat dan me­muas­kan aspirasi sosial mereka, sulit untuk mengkonsolidasikan nilai-nilai dan prinsip de­mo­krasi,”  ujar Xanana mengingat­kan. (Sumber RMOL, Minggu, 12 Desember 2010 , 03:25:00 WIB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s